Brasil Keok Melawan Paraguay Adu Pinalti Di Babak Perempat Final – Taruhan Bola Deposit 20rb

Brasil vs Paraguay

Brasil akhirnya tersingkir juga dari Copa Amerika 2015 setelah kalah adu pinalti dengan Paraguay di babak perempat final. Bermain di Estadio Municipal Alcaldesa Ester Roa Rebolledo, tim Samba sebenarnya lebih dahulu membuka keran gol melalui Robinho di menit ke 15. Namun tim lawan berhasil menyamakan kedudukan setelah wasit menunjuk titik putih pada pertengahan babak kedua. Akibat tidak ada lagi tambahan gol hingga penghujung laga, kedua kubu harus menjalani drama adu pinalti untuk menentukan siapa yang berhak melangkah ke semi final. Di sesi adu tos-tosan itu, para pemain Paraguay berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Empat gol berhasil di cetak oleh Paraguay, sedangkan Brasil hanya berhasil menuntaskan tiga gol. Kesuksesan menumbangkan skuad asuhan Carlos Dunga memberikan rentetan hasil positif kepada Paraguay setelah mereka berhasil menahan imbang Uruguay pada babak grup. Sang pelatih Brasil menyebut bahwa kekalahan yang di dera oleh pasukannya itu di sebabkan oleh para pemainnya yang terserang oleh sebuah virus di Cile. Itulah mengapa dalam soal kecepatan Brasil kalah telak di bandingkan dengan Paraguay, kira-kira begitu pengakuan dari Dunga. Setelah kegagalan mereka di Copa Amerika, Dunga berniat menghapuskan kesedihan para pemainnya dengan meminta anak asuhnya itu untuk lebih memfokuskan diri demi lolos ke Piala Dunia 2018 yang bakalan di gelar di Rusia.

“Para pemain harus mempersiapkan diri untuk latihan fisik yang keras guna menghadapi cuaca dingin yang ekstrim ketika bermain di Rusia nanti,” tutur Dunga di sela-sela jumpa pers.

Dunga tidak menyalahkan dua pemainnya yang gagal menjadi eksekutor dalam adu tos-tosan itu, menurutnya siapa saja bisa gagal dan berhasil menjalankan kewajibannya di saat-saat penentuan seperti itu. Pelatih tersebut hanya meminta kepada pemainnya untuk tidak larut dalam kesedihan yang dalam. Kegagalan yang di alami oleh Brasil ini mencerminkan kembali kegagalan mereka di Piala Dunia tahun lalu di rumah mereka sendiri. Namun kali ini sepertinya usaha untuk mengembalikan kejayaan seperti masa-masa menjadi juara dunia harus kembali di urungkan.


Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.