Gagal Bersinar Di Inter Milan, Lukas Podolski Dikembalikan Ke Arsenal – Situs Judi Deposit 20rb

Lukas Podolski

Salah satu pemain The Gunners yang dipinjamkan oleh Arsene Wenger ke Inter Milan Lukas Podolski akhirnya tidak dipermanenkan oleh klub yang diarsiteki oleh Roberto Mancini. Alasan kuat mengapa pihak manajemen I Nerazzurri menolak untuk merekrutnya secara resmi adalah karena gagalnya ia memberikan performa terbaiknya bagi tim yang bermarkas di Giuseppe Meazza, Milan Stadium tersebut. Mantan pemain muda terbaik Piala Dunia 2006 ini yang dipinjamkan oleh pihak Arsenal pada bursa transfer awal tahun 2015 lalu ternyata hanya mampu menyumbangkan satu buah gol bagi La Beneamata. Selain itu, ia juga gagal mendapatkan tempat di skuat utama tim karena dirinya gagal bersaing dengan Mauro Icardi dan Rodrigo Palacio.

Mancini jarang menurunkan pemain berusia 30 tahun tersebut dalam waktu 90 menit full. Dirinya hanya diturunkan kebanyakan sebagai pengganti apabila salah satu dari kedua striker andalannya sudah terlalu capek ataupun mengalami cedera pada sesi laga yang sedang berlangsung. Setelah masa pinjamannya telah berakhir hingga akhir musim 2014/2015 ini, Podolski akhirnya memutuskan untuk kembali ke Arsenal. Baginya mencetak gol di Liga Italia tidaklah mudah. Apalagi dirinya jarang diturunkan oleh sang pelatih, besar kemungkinan peluang untuk mengoyak gawang lawan cukup kecil.

Untuk pria berkebangsaan Jerman ini, menurutnya bermain di Liga Inggris lebih menyenangkan. Tidak hanya itu, ia juga kerap diturunkan oleh Wenger sebagai starter di dalam tim utama dan selama berada di Arsenal, dirinya telah merasa kerasan dan berniat untuk mengabdi lebih lama untuk klub yang bermarkas di Emirates Stadium. Bagi mantan pemain Bayern Munchen ini, sebuah kesalahan besar karena dirinya telah pernah bermain di Liga Italia. Performa kurang bagus selama berseragam Biru Hitam akhirnya membuat dirinya memutuskan untuk tidak bermain di Seri A lagi. Selama membela tim besutan Mancini, ia hanya dimainkan sebanyak lima kali dan baru mampu mengoleksi satu buah gol. Ini merupakan performa terburuknya menurut pemain berkelahiran Polandia tersebut. Kendati demikian, selama dimainkan oleh sang pelatih dirinya tetap memberikan konstribusi terbaiknya.


Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.