Home // Blog // Pep Guardiola Soal Sakitnya Tersingkir di Liga Champions

 

Manchester City bisa saja sedang mengincar quadruple saat ini kalau tidak tersingkir di babak perempatfinal Liga Champions. Situasinya diakui sangat berat saat itu.

City yang seperti diketahui tersingkir di babak perempatfinal Liga Champions oleh Tottenham Hotspur. Setelah kalah 0-1 di kandang Tottenham, The Citizens menang 4-3 di Etihad Stadium di leg II, namun itu tidak cukup untuk membawa City lolos karena faktor gol tandang.

Sebenarnya City mencetak satu gol tambahan pada masa injury time melalui Raheem Sterling, akan tetapi dianulir usai ditinjau melalui VAR (Video Assistant Referee) karena offside. Tottenham sendiri pada akhirnya berhasil melewati Ajax Amsterdam di semifinal dan akan melawan Liverpool di partai puncak.

Terdepak di perempatfinal otomatis membuat mimpi City mendapatkan quadruple sirna seketika. Ketika itu mereka sudah meraih gelar Piala Liga Inggris dan masih aktif di 2 kompetisi lainnya, yakni Premier League dan Piala FA.

Di dalam perjalanannya, gelar Premier League berhasil diraih dan Piala FA berpeluang didapatkan di akhir pekan ini. Watford bakal menjadi lawan City di Wembley pada hari Sabtu (18/5/2019) malam WIB.

Manajer City, Josep Guardiola, mengatakan bagaimana tersingkir dengan cuma kalah gol tandang begitu sangat memukul timnya, apalagi mereka mesti kembali melawan Tottenham tidak sampai 3 hari sesudah pertandingan itu. Namun sepahit-pahitnya kenyataan, mesti dilewati juga.

“Ya, kali ini membutuhkan sedikit waktu untuk memulihkan rasa sakitnya. Dua setengah hari kemudian kami melawan Tottenham Hotspur lagi di liga, itu sangat berat” kata Guardiola.

“Rasanya luar biasa dapat melihat 60 ribu pendukung menikmati kelolosan ke semifinal Liga Champions dan dalam sedetik Anda ternyata tersingkir. Anda melalui kegembiraan untuk merasakan sebuah kehancuran” sambung manajer berusia 48 tahun itu.

“Anda berpikir ‘Tidak, ini tidak mungkin terjadi. Ini tak mungkin’. Saya juga tidak bisa mengatakan kepada para pemain ‘Lupakan saja’. Saya mengatakan ‘Rasakan sakitnya, itu bagus dan lewati situasi ini selama mungkin’. Kami mesti menerimanya karena begitulah hidup” lanjut Guardiola.

“Hidup tidaklah mudah. Hidup tidak selalu berjalan seperti yang Anda inginkan. Hal-hal seperti itu sering terjadi. Emosi di dalam sepakbola itu luar biasa, saat Anda berada di momen harus berlari dan merayakan. Saya bakal melakukannya lagi dan lagi. Bagaimana kami bereaksi mengalahkan Tottenham, Manchester United dan Burnley. Tim ini memang sangat luar biasa” tutup manajer kelahiran Santpedor, 18 Januari 1971 itu.

City masih berkesempatan mengukir sebuah rekor, setidaknya kalau mampu memenangkan Piala FA. Belum pernah ada satu tim Inggris yang meraih gelar treble domestik.

0 Comments ON " Pep Guardiola Soal Sakitnya Tersingkir di Liga Cha... "

Comments are closed.

Made by AGENBET